Hooooiiiii…. ^^/
Hari yg indah setelah berhasil melewati 2 hr kemarin (24 & 25). Gk sama sekali mengerikan..justru menyenangkaaaaaan. *nyengir lebarlebar
Well….hmmm…dr mana y aq bercerita… *mikir
Hmmmm…(bergumam dl sblm memulai) dl ada seorang lakilaki yg aq cintai (siapa dia mari dibaca dl sampai selesai). Dg pembawaannya yg tenang,suwabar,penyuka buah stroberi,lbh banyak diam,tp perhatian yg selalu membuatku melayang (caela.uhuk uhuk). Menjalin sbh ikatan yg namanya pacaran bersamanya seperti aq tdk memerlukan apa” lagi selain berjuang bersamanya. Banyaaaak sekali yg sdh terjadi..khususnya aq yg masih jauh dr “dewasa” ini. Tp dia menemaniku melewati masa” sulitku (aq gk tw apa hal tersulitku) (cerita dibagian lain). Cuma Allah yg tau seperti apa rasa syukurku bersamanya. Sepanjang perjalanan kami bermimpi,krn aq orang yg lambat secara perjalanan hidup,dia mendampingiku dg diamnya. Ketika aq menanyakan suatu hal ttg apa yg akan terjadi di masa depan,dia membiarkanku utk mengenyamnya sendiri. Sampai hal yg amat aq impikanpun aq tanyakan padanya dan dia menjawab,”masih mau bergantung sama ibu bapak?” tentu aq menggeleng lebih kencang dr kincir angin.xixixi.. Aq sudah lulus dan aqpun sdh memikirkan kehidupan macam apa yg aq inginkan setelah lulus. Aq menginginkan kehidupan sulit setelah lulus krn aq tdk ingin kehidupanku sulit ketika aq sdh memiliki anak kelak. Aq amat sadar akan ketidakmudahan dunia setelah lulus kuliah. Sadar akan dirinya bersamaku setiap detiknya aq ingin berusaha lebih. Kata”nya yg membuatku berpikir itu selalu jd cambuk tiap harinya supaya aq bisa mengandalkan diriku sendiri. Tentu! Itu tekadku. Menjalin hubungan yg lama bersamanya pun membuatku berpikir aq harus menjadi seorang wanita yg seperti ini,ini,dan ini. Tp ada kalanya aq memprioritaskan pencarian jalanku,mendapatkan pekerjaan.
Waktu berlalu..
Tak terasa menjelang 1 tahun pasca kelulusanku,aq tak kunjung bekerja. Kemudian aq berpikir utk memutar arah rencana masa depanku. Pelik sekali. Hahaaha… Tak ubahnya aq seperti Rapunzel yg berada di kastilnya yg mengubahku secara psikologis,diapun pergi meninggalkan image sibuknya tak terkendali dipikiranku. Ada yg hilang di dalam diriku. Rasa yg berbeda seperti 2 orang sebelumnya yg pergi dariku dg penyebab yg sama. Tentu aq tdk menyalahkannya seperti 2 lakilaki sebelumnya,tp ternyata jejak sedih lebih dalam. Kenapa tak terpikirkan olehku diapun akan meninggalkanku. Kemudian aq mengadu sejadi-jadinya ke Sang Penciptaku. Ya…Dialah satu-satunya yg masih bisa aq andalkan. Sisi religiusku kembali. Spiritualku diasah-Nya kembali.
Bermula di bulan November yg ajaib menjelang ulang tahunku yg ke 22. (wedehhhh…ternyata angka kembar.xixi) aq ingin mengubah diriku menjadi seorang wanita yg pantas untuknya. Benar” ajaib. Itulah ajaibnya novemberku di tahun 2011. Tak lama kemudian lakilaki itu pergi. Pergi meninggalkanku sama persis seperti 2 lakilaki sebelumnya. Aq tdk tau hrs seperti apa mengistilahkannya dan aq tdk suka menuliskannya. Kemudian aq seorang diri dg tekad perubahan. Ya….meski dia pergi,dia tdk bs mengubah apapun yg sdh aq tekadkan. Kapanpun dia pergi tdk jd soal utkku. Aq menyesal dg tekad perubahanku? TIDAK! Aq ingin berubah krn aq menginginkannya dan sdh menjadi sbh tekad utkku. Tekad berarti tdk ada kompromi,terlebih kompromi dg diriku sendiri. Apa yg aq sesali? TIDAK ADA. Sungguh aq rela melepasnya dan aq amat bersyukur memiliki perasaan yg superb sensitif ini. Berkat perasaan sensitif ini hubungan lakilaki itu dengan wanita itu tdk semakin membuat mereka tersiksa.
Berakhir.
Namun masih berkelanjutan dg adanya suaranya di dlm diriku. Sulit utk tdk mendengarkannya. Suara macam apa pula itu aq tdk tau. Jangan bertanya. Setiap aq berkonflik dg diriku,suaranya terdengar olehku. Dia memberi jawaban seperti biasanya yg dia lakukan. Ketika aq sdg berpikir sesuatu,suaranya terdengar olehku. Diapun berargumen. Ketika aq amat sedih krn ingin sekali menuangkan isi hatiku,hatiku memanggil namanya. Kemudian setelah tersadar dr kesedihan,aq menyesalinya krn aq harus kuat sendiri tanpanya. Begitupun dg hal ingin aq ceritakan utk impian di tgl 24 & 25 ini. Aq dulu pernah menanyakannya apakah aq boleh melanjutkan pendidikanku kelak kalau adh menikah dgnya..dan dia menjawab “liat nnt”. Kemudian aq diam menyetujuinya. Saat itu entah knp dg sendirinya aq menurutinya dan aq senang menuruti kata”nya. Sekarang berbeda dg lalu saat aq menanyakan hal itu padanya. Skrg aq menuruti apa kata orang tuaku yg ternyata sdh amat muak (bhs kasarnya) menanyaiku utk melanjutkan pendidikan. Mereka bertanya knp dulu stlh lulus aq tdk langsung melanjutkan,namun aq membiarkannya menggantung dan selalu mereka ungkit” yg menjadikan sesak di dada. Tdk mgkn aq menjawab,krn aq mau nurut apa katanya.
Well..
Jawaban yg tdk adil utk orang tuaku krn lakilaki itupun belum menjadi suamiku sdgkan aq msh bernaung dikediaman mereka yg bernotabene “orang tua adlh peraturan.tdk mendengarkan kata orang tua bisa kualat”. Kolot. Tp lakilaki itupun tdk bermaksud jelek dan kalau disuruh memilih,aq memilih mendengarkan kata”nya yg sesuai dg hatiku. Lakilaki itu tdk memaksaku. Sekarang aq seperti diperlihatkan oleh Allah ternyata orang tuaku “tersakiti”. Itu bahasaku. Sakit yg seperti apa aq tdk tau. Aq skrg memilih utk mendengarkan orang tuaku meski tdk ada yg bisa membela kesedihanku atas kebebasan hatiku.
Sampai saat ini (sejak November) aqpun masih dlm perubahan sikap menjadi seorang wanita yg pantas mendampingi seorang lakilaki yg melihatku apa adanya aq. Aq yg tdk memiliki banyak uang,tdk memiliki baju bagus utk berpesta,tdk memiliki harta secara fisik,aq yg tdk memiliki rumah,yg tdk merasa berat dg pendidikanku. Aq ingin seorang lakilaki yg bisa melihat hatiku,empatiku,pemikiranku tanpa mengumbarnya ke orang lain,dan bisa melihat aq yg memulai hidupku dr NOL BESAR utk HIDUPKU SENDIRI.
Sederhananya, Lakilaki itu harus sadar akan porsiku sbg seorang wanita yg diciptakan utk menuruti apa kata imamku.
Maaf
Ternyata keluargaku memiliki cara utk menjagaku,utk membekaliku ilmu. Aq manja? Tidak!
Aq tergantung dg orang tuaku? Ada kalanya iya. Tp kalau utk ruang lingkup aq melanjutkan pendidikan krn orang tuaku,aq setengah menginginkannya yg pd akhirnya aq berpikir inilah kesempatanku. Aqpun berencana ingin membiayai pendidikanku ini dan mendapat pekerjaan. Stlh lulus pendidikanku,aq ingin mengajar dan tentu membangun toko es krim impianku.
Maaf
Suatu saat kalau aq sudah berhasil membiayai pendidikanku,aq akan datang utk menceritakan bahwa aq sedang menjalani 1 impianku dr sekian banyak. Dan tentu aq tdk sabar menantikannya. ^__^